Leave Your Message
Kategori Berita

Identifikasi Tingkat dan Sifat Mekanis Mur Segi Enam (Unified National Coarse/Fine – UNC/UNF)

04-12-2025

                                                        Nut 4.jpg  

Identifikasi Kelas & Sifat Mekanis Mur segi enam (Kelas Kasar/Halus Nasional Terpadu – UNC/UNF)

I. Tanda Identifikasi (Sesuai SAE J995, ASTM A563, dll.)

Mur biasanya ditandai pada salah satu permukaan bantalan dengan simbol yang menunjukkan kelas, bahan, dan pabrikan. Sistem penandaan umumnya dipasangkan dengan kelas baut yang akan dipasangkan dengannya.

1. Pemberian Nilai:
· Kelas 2 / Gaya 1 (Tidak Bertanda atau "2"): Kelas komersial untuk aplikasi berkekuatan rendah. Seringkali tidak bertanda.
· Tingkat 5 / Gaya 1 ("5"): Kekuatan sedang. Ditandai dengan "5".
· Kelas 8 / Gaya 1 ("8"): Kekuatan tinggi. Ditandai dengan "8".
· Kelas A ("A"): Baja karbon rendah, penggunaan umum (ASTM A563). Seringkali tidak bertanda atau bertanda simbol pabrikan.
· Kelas B ("B"): Kekuatan sedang, mudah berputar (ASTM A563). Ditandai dengan "B".
· Kelas C ("C"): Baja karbon menengah, kekuatan lebih tinggi daripada kelas B. Ditandai dengan "C".
· Tingkat D ("D"): Kekuatan lebih tinggi, serupa dengan Tingkat 8. Ditandai dengan "D".
· Grade DH / Gaya 3 ("DH"): Baja karbon menengah yang diberi perlakuan panas, kekuatan tinggi. Ditandai dengan "DH" (umumnya digunakan dengan baut Grade 8).
· Kelas G ("G"): Baja karbon rendah, mirip dengan Kelas A tetapi dengan komposisi kimia tertentu. Ditandai dengan "G".
· Kelas H ("H"): Baja karbon atau baja paduan, diberi perlakuan panas. Tidak adanya tanda garis kontinu pada permukaan mur menunjukkan bahwa mur tersebut telah diuji beban bukti (sesuai ASTM A194 untuk mur segi enam berat).
2. Tanda Material & Penggunaan Khusus:
· "H" dan "HV" (ASTM A194): Untuk penggunaan pada tekanan/suhu tinggi. Ditandai dengan "H" (Baja karbon) atau "HV" (Baja paduan).
· "L" atau "L7": Menunjukkan mur yang terbuat dari baja karbon atau baja paduan suhu rendah (misalnya, ASTM A320 Grade L7).
· "2H": Menunjukkan mur yang sesuai dengan standar dimensi dan komposisi material tetapi tidak harus diuji beban bukti (umum dalam ASTM A194).
· "F" (ASTM A194 Gr. 2H (Hanya): Menunjukkan mur yang telah dilapisi listrik (biasanya dengan seng) dengan lapisan pelumas tambahan.

                                                       Nut 2.jpg

II. Sifat Mekanik Utama

Sifat-sifat ditentukan oleh tegangan beban uji, kekerasan, dan material.

1. Tegangan Beban Uji: Tegangan tarik maksimum yang harus ditahan mur tanpa deformasi permanen saat dipasang dengan baut/ring yang dikeraskan. Ini adalah indikator kinerja utama.
· Contoh Nilai (ASTM A563, Mur Segi Enam):
· Kelas A: Tegangan Beban Bukti = Tidak Diperlukan (untuk ukuran 1/4" - 1-1/2").
· Kelas C: Tegangan Beban Uji = 85.000 psi (minimum, untuk ukuran 1/4" - 1-1/2").
· Kelas DH: Tegangan Beban Uji = 120.000 psi (minimum, untuk ukuran 1/4" - 1-1/2").
2. Kekerasan: Memastikan mur cukup kuat untuk mencegah ulir aus dan mendistribusikan beban secara merata.
· Contoh Nilai (SAE J995):
· Tingkat 5: Kekerasan = HRB 92 - HRC 30 (Skala Rockwell bervariasi tergantung ukuran).
· Kelas 8: Kekerasan = HRC 24 - 36.
· Contoh Nilai (ASTM A563):
· Tingkat DH: Kekerasan = HRC 24 - 36.
3. Material & Perlakuan Panas:
· Baja Karbon Rendah/Menengah (Kelas 2, A, B, C): Biasanya tidak diberi perlakuan panas, atau dipadamkan dan ditempa untuk kelas yang lebih tinggi.
· Baja Karbon Menengah/Paduan (Kelas 5, 8, D, DH, H, HV): Didinginkan dan ditempa untuk mencapai kekuatan dan kekerasan yang ditentukan.
• Baja Tahan Korosi: Jenis seperti 304 (A2) dan 316 (A4) ditandai dengan jenis material (misalnya, "A2-70") dan bukan angka "tingkat" kekuatan. Angka setelah tanda hubung menunjukkan kekuatan tarik dalam MPa/10 (misalnya, 70 = kekuatan tarik minimum 700 MPa).

III. Pasangan Umum dengan Tingkat Baut

• Mur Kelas 2 / A: Digunakan dengan baut SAE Kelas 2 atau ASTM A307.
• Mur Kelas 5 / B / C: Digunakan dengan baut SAE Kelas 5 atau baut berkekuatan sedang serupa.
• Mur Kelas 8 / D / DH: Digunakan dengan baut SAE Kelas 8 atau baut berkekuatan tinggi serupa.
• Mur Kelas H / HV: Digunakan dengan baut berkekuatan tinggi ASTM A193 dalam aplikasi bejana tekan/pipa.

                                                       杂螺栓.jpg

Catatan Penting: Perakitan yang benar memerlukan pencocokan tingkat kekuatan mur (dan kapasitas beban uji) dengan baut untuk memastikan kegagalan (jika terjadi) terjadi pada ulir baut, yang lebih aman dan lebih mudah dideteksi. Selalu konsultasikan standar resmi terbaru (SAE, ASTM) untuk spesifikasi lengkap, metode pengujian, dan data spesifik ukuran.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kami Baut dan murSilakan hubungi saya melalui email tan@nbzyl.com